Apakah ini masalah anak kecil jaman sekarang?
Saat Istri gak boleh bantu suami, harus gimana?
Kitchen story
How to deal with "kitchen" !!!
ahahahaa.. terdengar aneh memang, cewek ko gak bisa masak.
iyaaaa.. saya ga bisa. tapi semenjak hidup mandiri sebagai keluarga di post sebelumnya, saya jadi rajin belajar masak. malah saya belajar masak makanan berat rempah. Ahahahaa noraakkk!
Saya baru tau dan hapal nama nama rempah, walaupun blm smua sih. Tapi better than before banget. Sampe masakan santan juga dicoba. Bekelnya cuma liat di mbah google aja resep yang mau dimasak.
Walaupun memang percobaan pertama selalu kebanyakan, yaa kebanyakan garem, kebanyakan air, dan kebanyakan yang lain. Sayangnya ga sampe kebanyakan isi sih 😂😂😂
Pengeennn banget bisa bikin roti. Bikin pastry, pengen masak yg lebih susah dr cm sekedar masak oseng2 kangkung atau goreng ayam. Baru bisa masak sedikit aja saya udh sombong, padahal tiap hari menu juga cuma diputer. Ahahahaa...
Saya pengen masak yang bumbunya itu bumbu bikin sendiri, selain berasa puas dan juga berasa pas. Iya gak sih? Sempet beli yg sachet, ko agak2 yaaaa jdi aneh. Kann sombong lagii.. ahahahaa
Puas lahh kalo masak sndiri, rasanya pas gak pke komplain.
Hidup Mandiri Sebagai Keluarga
Daycare? Why not!
Jadi, DAYCARE?? WHY NOT!
Happy Ied Mubarak 1438H
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438H.
Minal Aidin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Menapaki 2 Tahun Pernikahan
Menapaki 2 tahun pernikahan, ternyata bener kata orang bahwa umur pernikahan 1-5 tahun adalah masa masa belajar, masanya hidup susah. Susah adaptasi, susah keuangan de el el el el.
Sebelum menikah, banyak cita cita yang kepingin diraih. Karir bagus, gaji oke, anak banyak dan sehat terawat, sandang pangan papan yang terpenuhi, kecukupan orang tua terpenuhi nan bahagia. banyak toh? tapi setelah nikah, ternyata mencapai cita cita itu realitanya tidak seindah ekspektasi. *caelahhh..
Mau gaji oke, karir harus mengingkat. Mau karir meningkat, tingkatin produktifitas kerja. Produktifitas meningkat, jarang dirumah ketemu anak. Jarang ketemu anak, BAPER!! ahahahahhaaa... itu sih guweeee bangettttt bisa baper kalo lama ninggalin anak.
Dari awal memutuskan menikah dengan mas IR ini saya jelas sudah tau karakternya seperti apa (walaupun ternyata abis nikah masih banyak yang belum tau. *wink). Kita khususnya saya selalu mengungkapkan apa yang saya mau nanti setelah nikah dan nanya maunya si mas IR. Misalkan, boleh nggak saya kerja? Pekerjaan seperti apa yang boleh dan yang tidak. semacam itulah, jadi setelah nikah nggak ada lagi debat masalah ini.
Soalnya saya tumbuh dengan orang tua pekerja, dan dulu setiap ada pertanyaan mamamu kerja nggak? jadi apa? papamu kerja dimana? saya selalu semangat bercerita. karena saya rasa mereka membanggakan untuk saya ceritakan ke banyak orang. dan karena mereka semua bekerja, saya jadi anak yang cukup mandiri. Jadi saya selalu punya keinginan ingin jadi orang tua yang membanggakan juga untuk anak2 saya kelak. Walaupun realitanya, hati ingin cukup sudah disini saja saya bekerja, saya ingin seluruh waktu untuk keluarga dan anak anak. Disatu sisi, saya butuh pekerjaan ini.
Lain hal dengan mas IR, ia pun punya cita cita terbang tinggi (jet plane), sampai sekarang terbangnya masih rendah aja. kami sedang sama sama membangun mimpi di karir hingga saat ini.cita cita tertinggi memang jadi orang kaya nan bahagia. siapa sih yang nggak mau kehidupannya begitu? sampai tercipta hidup makmur nan sejahtera cita cita harus tetap kami kejar.
Sejauh ini menikah buat saya merupakan pembelajaran meminimalisir egoisme dan emosisme *halahh. Apalagi saya hidup dirumah mertua yang notabene saya yang harus banyak adaptasi dan terima kelebihan serta kekurangan keluarga besar. Berantem sama mertua? pernaaahhhhhhh... Kesel sama mertua, dikeselin mertua, pernaaahhhh.. Apalagi soal perbedaan pendapat cara mengasuh anak. Tapi dari setiap masalah yang ada ini saya selalu belajar sabar. Dari sabar ini saya mulai bisa kontrol emosi dan egois saya. Emosi yang sudah tidak lagi meledak ledak, Egois yang sudah tidak apa2 harus seperti maunya saya. Semua.
Saya dan Mas IR juga masih suka berantem, tapi saya rasa semenjak punya anak fasenya berkurang deh. Biasanya sebulan sekali ada aja yang dikeselin yang disewotin. Tapi sekarang kami ngerasanya udah banyak masalah diluar yang bikin kami pusing kepala, jadi plis setidaknya rumah kami bertiga (saya, Mas IR dan Reva) adem.
Banyak hal yang mau kami raih hingga tahun tahun kedepan, jadi kami selalu mencoba untuk saling menguatkan dan mendoakan. Kesetiaan dan kejujuran kami coba terus pegang hingga sekarang. Visi Misi pernikahan ini adalah bahagia dan sejahtera. Note kami dalam pernikahan ini dari awal adalah Karena sejahtera juga merupakan ujian hidup terbesar dalam pernikahan, maka ingatlah siapa yang selalu disampingmu selama kamu susah.
Happy 2nd Anniversary Mas IR, Love you till Jannah. Amin.