Menapaki 2 Tahun Pernikahan



Lamaran  (28 Desember 2014)


 Menapaki 2 tahun pernikahan, ternyata bener kata orang bahwa umur pernikahan 1-5 tahun adalah masa masa belajar, masanya hidup susah. Susah adaptasi, susah keuangan de el el el el.

Sebelum menikah, banyak cita cita yang kepingin diraih. Karir bagus, gaji oke, anak banyak dan sehat terawat, sandang pangan papan yang terpenuhi, kecukupan orang tua terpenuhi nan bahagia. banyak toh? tapi setelah nikah, ternyata mencapai cita cita itu realitanya tidak seindah ekspektasi. *caelahhh..

Mau gaji oke, karir harus mengingkat. Mau karir meningkat, tingkatin produktifitas kerja. Produktifitas meningkat, jarang dirumah ketemu anak. Jarang ketemu anak, BAPER!! ahahahahhaaa... itu sih guweeee bangettttt bisa baper kalo lama ninggalin anak.

Dari awal memutuskan menikah dengan mas IR ini saya jelas sudah tau karakternya seperti apa (walaupun ternyata abis nikah masih banyak yang belum tau. *wink). Kita khususnya saya selalu mengungkapkan apa yang saya mau nanti setelah nikah dan nanya maunya si mas IR. Misalkan, boleh nggak saya kerja? Pekerjaan seperti apa yang boleh dan yang tidak. semacam itulah, jadi setelah nikah nggak ada lagi debat masalah ini.

Soalnya saya tumbuh dengan orang tua pekerja, dan dulu setiap ada pertanyaan mamamu kerja nggak? jadi apa? papamu kerja dimana? saya selalu semangat bercerita. karena saya rasa mereka membanggakan untuk saya ceritakan ke banyak orang. dan karena mereka semua bekerja, saya jadi anak yang cukup mandiri. Jadi saya selalu punya keinginan ingin jadi orang tua yang membanggakan juga untuk anak2 saya kelak. Walaupun realitanya, hati ingin cukup sudah disini saja saya bekerja, saya ingin seluruh waktu untuk keluarga dan anak anak. Disatu sisi, saya butuh pekerjaan ini.

Lain hal dengan mas IR, ia pun punya cita cita terbang tinggi (jet plane), sampai sekarang terbangnya masih rendah aja. kami sedang sama sama membangun mimpi di karir hingga saat ini.cita cita tertinggi memang jadi orang kaya nan bahagia. siapa sih yang nggak mau kehidupannya begitu? sampai tercipta hidup makmur nan sejahtera cita cita harus tetap kami kejar.

Sejauh ini menikah buat saya merupakan pembelajaran meminimalisir egoisme dan emosisme *halahh. Apalagi saya hidup dirumah mertua yang notabene saya yang harus banyak adaptasi dan terima kelebihan serta kekurangan keluarga besar. Berantem sama mertua? pernaaahhhhhhh... Kesel sama mertua, dikeselin mertua, pernaaahhhh.. Apalagi soal perbedaan pendapat cara mengasuh anak. Tapi dari setiap masalah yang ada ini saya selalu belajar sabar. Dari sabar ini saya mulai bisa kontrol emosi dan egois saya. Emosi yang sudah tidak lagi meledak ledak, Egois yang sudah tidak apa2 harus seperti maunya saya. Semua.

Saya dan Mas IR juga masih suka berantem, tapi saya rasa semenjak punya anak fasenya berkurang deh. Biasanya sebulan sekali ada aja yang dikeselin yang disewotin. Tapi sekarang kami ngerasanya udah banyak masalah diluar yang bikin kami pusing kepala, jadi plis setidaknya rumah kami bertiga (saya, Mas IR dan Reva) adem.

Banyak hal yang mau kami raih hingga tahun tahun kedepan, jadi kami selalu mencoba untuk saling menguatkan dan mendoakan. Kesetiaan dan kejujuran kami coba terus pegang hingga sekarang. Visi Misi pernikahan ini adalah bahagia dan sejahtera. Note kami dalam pernikahan ini dari awal adalah Karena sejahtera juga merupakan ujian hidup terbesar dalam pernikahan, maka ingatlah siapa yang selalu disampingmu selama kamu susah.


27 Maret 2015


Happy 2nd Anniversary Mas IR, Love you till Jannah. Amin.

If you scared about your dream

Bermimpilah, maka Tuhan akan menggenggam mimpi mimpi itu.

Nggak tau kenapa sekarang saya takut ketika apa yang saya mimpikan kejadian.

catet, mimpi saya kejadian! berarti doa saya terkabul. means Allah sungguh Maha Baiknya buat kehidupan saya. tapi saya takut. takut menjalani.

emang apa sih mimpi yang kejadian itu?

jadii.. awal saya kuliah di spesial jurusan mengenai bidang transportasi udara ini sempat kepikiran mau jadi crew aja biar bisa kerja nyambi jalan jalan (eh kebalik kyaknya niatnya hehee**), tapi saya ganti mimpinya untuk bisa urus crew aja. saya tetep orang yang pengen punya social life lebih baik.

kesampean? banget. kerja langsung jadi orang yang memanage aircrew. ternyata ga semudah yang saya bayangin ya.. ribet! hal yang paling ribet emang menurut saya mengatur manusia. karena kita bisa berfikir dan berkomentar. tapi satu sisi saya bersyukur, saya masih kuat mental ada diposisi ini, ini kan yang saya mau dr mulai kuliah?. tahaaaaaannnn...

Lalu ada mimpi apa sih selama saya menjalani hal itu? saya selalu berkata pada diri, setahun sekali saya harus ada self improvement. dari ilmu, pekerjaan, sampai gaji harus naik tiap tahun (diluar persentase kenaikan gaji karena masa kerja yaa).

saya kuliah dijurusan manajemen. trus pencapaian paling tinggi apa sih? jadi manajer kan, direktur kan. ya intinya saya pernah bilang dimanapun saya berada, saya coba pastikan bahwa direktur akan tahu ada saya sebagai staff diperusahaannya (cara positif ya guys..)

saya coba belajar banyak ilmu disini, tentang regulasi, tentang crewlife, tentang manajemen, tetang how to do something dari banyaknya problem lapangan yang ada. setahun pertama saya dapet peluang dan kesempatan emas, saya mah apa atuh, yang penting pemasukan naik, kerjaan banyak sih gapapa yaaa asal sesuai dengan yang mereka berikan. caelahhh..

dan setiap tahun entah kenapa saya selalu diberikan kesempatan sama Allah untuk bisa improve ilmu. Disini saya hampir 6 tahun bekerja, sudah 3 kali saya diberikan kesempatan itu. dan di awal Tahun 2017 ini, saya diberikan kesempatan lagi!!!

Tahun ini juga, Direktur perusahaan ini TAHU ada saya sebagai staffnya. ya ampunnnnn... saya bersyukur tapi saya takut. saya takut tidak amanah, saya takut saya tidak secapable itu, saya takut mandat yang diberikan ke saya tidak bisa saya jalani sesuai yang dia mau. saya takut sama pekerjaan saya sendiri walaupun sudah bertahun tahun saya pegang ini, tapi kali ini saya takut.

Improvement sih, bukan cuma ilmu tapi mental juga. tapi saya mikir, ini kan yang dulu pernah saya ucap. saya mau begini. saya harus kuat mental, ini lohhhh kenyataan. ini lohhh mimpi yang dulu saya doa doa minta sama Allah.

Ya Allah, mohon hilangkan rasa takut ini jadi hal yang bisa membuatku lebih semangat dan membangun. aminnn..