Sepertinya di cerita sebelumnya saya pernah bilang kalau saya adalah menantu yang tinggal dirumah mertua. Tapi sekarang sudah beda, semenjak seminggu yang lalu saat Tuhan menjawab doa atas cita-cita suami saya untuk jadi pilot. (Alhamdulillahirrabilalamin)
Dari awal pernikahan memang saya dan suami tidak ingin terus berada diantara kedua orang tua, kami mau mandiri. Walaupun memang benar tinggal dirumah orang tua sungguh nikmat rasanya. Sudah menikahpun seperti masih lajang, layak ratu dan raja didalam rumah. Apalagi semenjak anak saya lahir. Urusan saya hanya menemani anak, urusan rumah tangga lain udah urusan mbak dan mama/mama mertua. Sayapun tidak kerepotan dan khawatir saat meninggalkan anak untuk bekerja, lemburpun seperti tidak masalah sama sekali.
Namun, Tuhan selalu baik dan punya rencana indah diwaktu yang tepat. Suami saya akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai pilot di perusahaan saya. Sebagai dukungan istri untuk suami, saya rela untuk mendekatkan tempat tinggal kami dengan tempat suami saya akan melaksanakan training. Kebetulan sudah lama memang saya mendapatkan jatah rumah dinas dari perusahaan. Dan sekaranglah waktu yang tepat untuk menempatinya.
Di lain sisi, hal ini juga jadi awal keprihatinan dan masalah. Mbak saya, yang biasa menjaga anak saya bersama dengan mama mertua, setelah lebaran idul fitri tahun ini tidak pulang lagi untuk bekerja dengan keluarga saya (ceritanya ada dipost sebelah yaa..). Dari awal saya sudah merencanakan akan membawanya ke rumah dinas saya jika memang sudah waktunya saya pindah. Tapi apa mau dikata, saya tidak berjodoh dengannya.
Akhirnya saya coba cari option lain, daycare! kenapa enggak? daycare itu nggak jelek ko. Kebetulan patner kerja saya juga menitipkan anaknya di daycare dekat kantor saya. berpengalaman dari teman saya, saya coba datangi untuk lihat lebih jauh daycarenya. Mungkin memang programnya tidak seperti sekolah daycare pada umumnya di pusat kota jakarta, tapi kesan pertama yang saya dapat itu homey dan islami. untuk fasilitaspun tidak semewah yang saya lihat di jakarta. sepeti rumah biasa, mungkin itu yang saya bilang homey. jadi daycare tapi nggak berasa sekolah.
Mereka lebih kepada penitipan anak dengan pembelajaran nilai nilai kehidupan, seperti bermain untuk berbagi, berkenalan, hingga pembelajaran agama seperti mengajari doa harian, solat berjamaah diwaktu waktu solat dan mengaji setelahnya. Mungkin ini juga yang membuat saya tenang meninggalkan anak di tempat seperti itu.
Mereka menyediakan makan siang untuk anak-anak, menu yang disajikan pun berbeda tiap harinya. Tapi kalau mau bawa dari rumah boleh juga ko.. Karena anak dibawah umur 1 tahun biasanya belum bisa makan seperti anak 1 tahun keatas, itu yang mereka belum sediakan. susu dan diapers dan baju ganti dan kosmetik anak yang biasa dipakai kita siapkan dari rumah.
Sampai sejauh ini, Reva belum terlalu enjoy menikmati keramaian daycare. di hari pertamanya tenang mengexplore segala hal di dalam rumah. tapi mungkin dia sadar kalau disitu bukanlah tempat bermain yang ditemani sang mama dan papa. Hari kedua dan ketiga pun alhamdulillah rewel banget. HAHAHA.. saya sampai bingung. Tapi diapun harus belajar dan tau bahwa disitu adalah rumah keduanya setidaknya unutk beberapa bulan kedepan.
Beberapa keluarga dan teman sempat bertanya, Reva diurus siapa
dong kalau kamu kerja dan belum ada mbak apalagi mau mulai juga
menempati rumah sendiri. Saat saya ucap kata daycare, beberapa punya
pendapat yang berbeda. Ada yang bilang "ko mau sih nitipin anak
didaycare?!", atau "gak kasian kalo Reva sama orang lain?!" atau kalimat
negatif lainnya. Tapi ada juga yang positif kyak mama saya nih yang bikin
saya juga yakin kalo Reva akan terbentuk baik di daycare.
"Setiap Daycare pasti programnya bagus, kedepan Reva bakal jadi anak yang sosialisasinya baik karena
dari kecil sudah kenal dengan banyak orang dan punya banyak teman. Dia
bakal jadi anak kreatif, di daycare pasti ada jam dimana Reva pasti
diajarin sesuatu, entah nyanyi atau sekedar pengenalan angka dan huruf.
Jadi biarin dia mandiri explore banyak hal dari kecil, enggak cuma
dirumah yang selalu disayang yanti, yangkung, oma, opa yang ujung2nya akan
selalu dibelain walaupun Reva salah, disana pasti diajarin hal benar dan salah. Apalagi itu daycare islami, semoga
Reva kedepannya terbentuk akan sifat islam yang mewajibkan solat dan tau
berdoa"
Jadi, DAYCARE?? WHY NOT!
0 komentar:
Posting Komentar