Memulai hidup berkeluarga, sendiri.
Dalam artian akhirnya kami pindah untuk hidup menjalani kehidupan berkeluarga tanpa adanya orang lain dirumah sendiri. kami hidup bertiga! tanpa orang tua, keluarga lain, ataupun ART.
Seneng? iyalahhh.. ini yang saya idam idamkan, hidup mandiri. sebagai istri memang dari dulu saya ingin mengurus mereka (suami dan anak) oleh tenaga dan pikiran saya sendiri. Selama saya hidup dirumah orang tua, saya hidup terlalu enak. semua tersedia. saya bak ratu dan raja dengan adanya satu princess. tapi nggak enaknya? saya nggak bisa mengatur suami dan anak saya bahkan diri saya sendiri.
Contohnya hal kecil saja yang sering saya alami. Tentang makanan. Mungkin senang yaa bangun tidur makan sudah tersedia. Tinggal ambil piring dan kenyang sudah. nggak cape musti mikir besok harus makan apa. Tapi satu sisi disaat saya ingin masak atau jajan sesuatu, seperti sungkan untuk melakukan karena ada makanan lain yang sudah tersedia, lebih tepatnya nggak enak kalo nggak dimakan.
Tapi semenjak pindah, semua saya urus sendiri. Rumah berantakan? selaluuuu. Baju kotor yang menumpuk dan mencuci hanya 2-3 hari sekali. Piring kotor yang dicuci hanya tiap malam. Semua saya lakukan saat anak saya sudah tidur, pengerjaan pekerjaan rumah bisa sampai tengah malam. atau kalau kecapean bisa ditunda besok. hahahaaa... *ketauan males
Saya sangaaatttt bersyukur, suami saya tidak pernah mengeluhkan hal itu. Dy hanya ingin barang yang dia butuhkan udah tersedia saat dy butuh. Mau saya kapan nyucinya, terserah saya. Sebelum masakpun saya tanya suami saya mau makan apa. Jadi terkesan enak karena masak sesuatu yang memang ingin dimakan dan habis.
Anak saya pun senang, mainan bertebaran dilantai. kapan saya beresin? kalau anak saya tidur. Jadi suka suka dy mau buat rumah jadi apa tanpa ada yang komplain kalau rumah berantakan.
Cape? iyalahh.. bayangin aja, pagi harus bangun untuk masak atau nggak jajan sarapan. Belum lagi kalo bangun kesiangan, belum mandi beberes kelengkapan kerja dan daycare anak. Anak pun belum mandi, kita belum, suami udah jerit laper minta sarapan. Belum lagi sebelum ke kantor harus anter anak ke daycare padahal jam kerja udah mepet. Banyak banget kegiatan seru menegangkan, tapi SERU. harus banget capslock karena emang beneran hal yang bikin kita punya tanggungjawab sebagai istri. coba dirumah orang tua, nggak pernah kepikiran kyak begini. seloowwww ajaaa...
Dan lagi saya merasa anak saya lebih lengket sama mama papanya, dan terdidik dengan didikan saya dan suami. Tidak ada interfensi dari pihak manapun, saya dan suami pun bisa melarang dengan tegas tanpa ada yang membela. anak tidak akan memihak kepihak yang lebih baik kepada dirinya. Karena hanya ada dia dan orang tuanya. anakku didikanku.
aaahhhh... saya lagi menikmati capenya hidup seperti ini. saya sukaaaa..
